Lebaran kali ini…

Lebaran kali ini Diandra kesepian…bagaimana tidak?? Ayahnya sudah lama meninggal sementara ibunya menikah lagi dengan seorang laki-laki yang usianya terpaut hampir tujuh belas tahun dengan sang ibu dan hanya sepuluh tahun dengan Diandra. Mama memang payah dalam memilih laki-laki! Yang satu meninggal terlalu cepat, yang satu lagi terlahir terlalu lambat!

Lebaran kali ini Diandra kesepian…bagaimana tidak?? Kedua sepupunya berlibur ke Amerika Serikat. “Sori enggak bisa ngajakin lo, Da. Abis kata mama kita tinggalnya barengan sama tante Poppy disana. You know-lah kayak apa bawelnya tante Poppy kalau kebanyakan orang nginep di tempat dia”. Itu alasan Marcia ketika aku menanyakan alasan kenapa aku tidak bisa ikut berlibur dengan mereka 😦

Lebaran kali ini Diandra kesepian…bagaimana tidak?? Mbak Diah, pembantu rumah tangganya yang setia pamit pulang kampung dua hari lalu sambil berkata, “Jaga diri baik-baik ya non…doain supaya mbak Diah bisa balik sini lagi”. Diandra mengernyitkan dahi lalu menoleh ke mbak Diah sambil bertanya curiga, “Kenapa harus didoain supaya bisa balik sini lagi? Bukannya itu pilihan mbak Diah sendiri?”. Mbak Diah menatap Diandra dengan sedih. “Non Dida, mungkin mbak Diah enggak balik sini lagi. Anaknya mbak Diah lagi sakit di kampung. Kangen mbak Diah terus katanya. Mbak Diah jadi kepikiran…”. Diandra tampak belum mengerti (atau tidak mau mengerti?). Ia tetap saja menyahut, “Ya udah anaknya dibawa ke sini aja mbak. Kan kalau seumuran bisa jadi temen Dida biar Dida enggak kesepian sendiri di rumah”. Mbak Diah hanya bisa tersenyum pilu…

Lebaran kali ini Diandra kesepian…bagaimana tidak?? Tante Bowo, tetangga sebelah rumahnya yang selalu mampir membawakan pisang goreng buatannya sudah berangkat ke Jogja sejak hari Sabtu lalu. “Kok buru-buru amat tante?”, tanya Diandra pagi itu ketika dilihatnya supir taksi sedang sibuk memasukkan beberapa barang bawaan tante Bowo ke dalam bagasi. “Iya Da. Kan eyang Probo dah sepuh. Paling tua lagi diantara semua saudaranya. Jadi seluruh keluarga pada kumpul di rumah eyang Probo. Nah moso aku anaknya malah enggak ikut kumpul? Bisa dikatain ndak tau adat aku nanti”, kata tante Bowo dengan gaya bicaranya yang khas dan kenes itu.  Dan tante Bowo pun berlalu bersama taksi yang membawanya ke bandara pagi itu…

Lebaran kali ini Diandra kesepian…bagaimana tidak?? Putri, sahabatnya sejak kecil, menginap di rumah saudaranya di Bandung. “Nginep kok lama bener Put? Lo lebaranan kali ya?”, tanya Diandra minggu lalu. Putri tertawa saat Diandra mengajukan pertanyaan tersebut. “Gimana lo bisa bilang gue lebaranan?? Nah bo-nyok gue aja kagak ikut?”, tanya Putri balik. Diandra terdiam. “Kalau gitu, gue boleh ikut enggak, Put?”, tanya Diandra. Putri melotot. “Lo mau ikut? Serius?? Mm..ntar gue tanya dulu sama sepupu gue ya..kalau dia ngasih ijin then lo boleh ikut”. Dan malamnya Putri menelepon Diandra. “Sori Da…sepupuku kan enggak punya kamar buat tamu jadi dianya enggak enak kalau kamu ikutan nginep. Masa tamu disuruh tidur di sofa?”. Begitu kira-kira alasan Putri. Yah mau bilang apa lagi?

Lebaran kali ini Diandra kesepian…bagaimana tidak?? Pagi tadi ibu dan ayah tirinya tiba-tiba sibuk memesan tiket pesawat. “Mau kemana ma?”, tanya Diandra. Sang ibu menatapnya sejenak lalu berkata dengan suara yang amat sangat lembut. Demikian lembutnya hingga membuat Diandra curiga ada something fishy inside it. “Da, mama mau pergi sama papa Anto ke Surabaya. Papanya papa Anto sakit jadi kami harus jenguk kesana. Kamu berani kan sendirian di rumah?”. Diandra menatap ibunya. Tajam. “Kok mama tega banget sih?? Diandra masih SMP ma! Masa ditinggal sendirian?? Kalau ada maling gimana? Kalau ada orang jahat yang maksa masuk rumah gimana?”, cecar Diandra. Ayah tirinya mendadak ikut campur. “Kamu udah gede gitu kok masih takut?! Cuma tiga hari kok, Da! Beranilah sedikit! Gimana nanti kalau punya adik??”. Huh! Kalau enggak inget lo suami nyokap gue…udah gue tampol lo dari tadi!

Lebaran kali ini Diandra kesepian…bagaimana tidak?? Keluarganya pergi, pembantunya pergi, sahabatnya pergi, sepupunya pergi, dan bahkan tetangganya pun pergi. Aah seandainya aku masih punya papa atau saudara kandung pasti mereka tidak akan pergi meninggalkan aku sendirian seperti ini…apalagi di saat Lebaran tiba…Lalu Diandra pun berdoa kepada Tuhan malam itu di kamarnya, dalam kesendiriannya yang sempurna. “Tuhan, Dida kesepian…Maukah Tuhan menemani Dida malam ini?”. Lalu Diandra pun terlelap dalam belaian tangan Tuhan…Selamat malam Diandra, selamat tidur…semoga engkau tidak kesepian lagi lebaran kali ini…

by: Audie Jo Ong, September 2010

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s