Ke Sydney, Mengejar Ci(n)ta – Part V

sydney

Logan berjalan menyusuri lorong apartemen Margrit sambil sesekali menggeleng-gelengkan kepalanya. What did I do?! O Gosh!…ia berjalan terus hingga mencapai pintu masuk stasiun kereta api. Dihampirinya sederetan tempat duduk paling pojok dan disandarkannya punggungnya ke tiang penyangga. Otak dan hatinya masih terus berdebat: “You shouldn’t do that to her! She is not your girl!”…”C’mon Logan..it’s just a kiss! Don’t be too hard to yourself..”. Tanpa memperdulikan suasana sekelilingnya yang memang tampak sepi, Logan berbicara pada dirinya sendiri sambil memegang kepalanya, “O Gosh! What did I do to her?? I’ve kissed her and I didn’t know where’s the idea came from…”. Logan termenung sebentar kemudian ia mengeluarkan handphone-nya dari saku celana panjang dan mulai mengetik pesan. “Hi. It’s me. I am sorry about what was happened at the front door”. Dipandanginya lagi pesan tersebut lalu cepat-cepat dihapusnya. Not good. Kemudian ia mulai mengetik lagi. “Hi. I am sorry about the kiss. But I think you are attractive and I”. Logan berhenti sebentar, dibacanya ulang pesan yang baru saja diketiknya tersebut dan kemudian dihapusnya lagi. What a crap! I need to put all my senses. C’mon Logan! Think!.. Tiba-tiba terdengar pengumuman tentang kedatangan kereta di lajur dua menuju area tempat tinggalnya. Logan menghentikan kegiatannya, memasukkan handphone ke saku jaket, dan melangkah menuju lajur dua.

Waktu telah menunjukkan pukul 21.00. Kereta tampak sepi dan Logan mengambil tempat duduk paling depan, terdekat dengan pintu keluar. Kembali ia mengeluarkan handphone-nya. What’s the nicest words to begin with? Satu menit…dua menit….tiga menit berlalu dan tidak ada satupun kata-kata yang melintas di kepalanya. Jenuh ia memandang sekeliling isi kereta dan tiba-tiba matanya terpaku pada sebuah iklan “The Blue Mountain. The Three Sisters”. Aha! That’s it! Logan tersenyum dan mulai mengetik pesan. “Hi. Have you been to Blue Mountain? If you want to then I can take you there tomorrow. Let me know. Logan”. Send. Diusapnya layar kaca handphone-nya lalu dimasukkannya kembali handphone tersebut ke dalam saku jaket. Satu menit kemudian handphone-nya bergetar. One New Message. Read. Dan terteralah jawaban dari Margrit. “Would love to. What time?”.  Logan mengetik jawaban. “8 morning. Your apartment?”. Beberapa detik kemudian. “Ok. See you tomorrow”. Logan-pun cepat-cepat mengetik balasannya. “Ok. Bye sweetie”. Namun ketika tangannya hendak menekan tombol send handphone-nya bergetar. Alison calling. Dengan kesal ditekannya tombol silent dan dimasukkannya handphone kedalam saku jaketnya. Tepat waktunya untuk turun dari kereta.

Satu menit kemudian handphone-nya kembali bergetar. Alison calling.  Logan tampak kesal. Ingin di-reject-nya telepon masuk tersebut namun tak urung diterimanya juga. “Hello?”. Terdengar suara serak Allison setengah berteriak di seberang sana, “Logan! Where are you?? I’ve been waiting here like years for you”. Logan menarik napas dan kemudian menyahut, “I don’t think we have appointment, Ali. You know I am pretty busy right now and we agreed to end this relationship. So..”. Logan belum sempat menyelesaikan kalimatnya ketika Alison berteriak memotongnya, “Don’t you dare to say that we’re end!! I love you, Logan! i love you so much…(nadanya berubah menjadi tangis)…Don’t leave me, Logan…I promise you I will be your good girl from now on…I promise you…Logan…”. Logan menghentikan langkahnya, memejamkan mata, dan menarik napas panjang sebelum menyahut, “Ali, I am sorry. I need you to go out of my life. Do you hear me, Ali? Please let me go”. Tanpa menunggu jawaban Alison. Logan segera mematikan handphone-nya dan berjalan tergesa-gesa menuju apartemennya. Namun begitu ia melangkah mendekati ambang pintu apartemen, betapa terkejutnya ia karena Alison terduduk disana, dengan sebatang rokok yang masih menyala terselip di sela-sela jari tangan kanannya. Rambutnya tampak kusut masai. Bergegas Logan menghampiri dan memapah Alison. “Have you been drinking?!”, tanyanya pelan. Alison tertawa dan menjawab “Do you still care about me, Logan? You still love me, don’t you Logan?”. Logan mengatupkan rahangnya. “Shut up Ali!”, desisnya kesal. Logan membuka pintu apartemennya dengan tangan kiri sementara tangan kanannya memapah Alison memasuki apartemennya. Di dalam, didudukkannya Alison di sofa tamu dan ia sendiri segera menghampiri meja telepon. Dengan cepat ditekannya beberapa angka yang tertera disana dan setelah terdengar nada sambung dan suara orang di seberang sana segera Logan menyahut, “Hi Nina! It’s Logan. Yeah Ali is here and she’s drunk. Could you please come and pick her up? Yes yes of course. Thanks Nina. Bye”. Baru saja ia meletakkan gagang telepon ketika tiba-tiba terdengar suara Alison, “Did you call Nina?”. Logan menghela napas dan menyahut tanpa menengok ke Alison, “Yes”. Alison kembali berbicara, “Did you ask her to take me home?”. Logan kembali menyahut, “Yes”. Tiba-tba Alison menangis. “I don’t want to go home, Logan. I want to be with you tonight. Hu hu hu hu…”.  Mendengar rengekan Alison, kekesalan Logan memuncak. Here she goes again..O Gosh!  Dengan tegas dipegangnya kedua bahu Alison sambil berkata, “Ali, I want you to go home. You can’t live here. We are over. End. So I need you to go home now”.  Alison masih menangis sambil meracau ketika Nina tiba di apartemen Logan.

Thanks, Logan. Is that true that you guys broke up?”, tanya Nina setelah mereka berdua memapah Alison masuk ke mobil Nina yang diparkir tidak jauh dari pintu keluar apartemen. “Yes we did. Well I still care for her of course. You know we’ve been friends for years now but I..I can’t continue with her. I am sorry”, sahut Logan. Nina mengangguk dan kemudian melanjutkan, “Well then, good luck and till we meet again sometimes .Thanks, Logan. Thanks for everything”. Nina menjabat tangan Logan dan kemudian masuk ke mobil dan segera membawa Alison meninggalkan apartemen Logan.

(to be continued)

picture courtesy of: http://www.sydney.com

by: Audie Jo Ong, January 2011

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s